+ Reply to Thread
Results 1 to 7 of 7

Thread: Kisah Sang Penjaga Mayat yang Memandikan Nurdin M. Top & Dr Azhari

  1. #1
    Okemasters padat merayap is an unknown quantity at this point padat merayap's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Location
    Di hatimu
    Posts
    5,835

    Kisah Sang Penjaga Mayat yang Memandikan Nurdin M. Top & Dr Azhari

    Jakarta - Gerimis masih menitik sore itu. Mashudi tampak asyik mengisap rokok di rumahnya yang cuma selebar setengah lapangan bulu tangkis. Tepat di samping jendela, ia duduk menghadap halaman yang terdapat jemuran warna-warni. "Maaf, rumahnya sumpek dan gelap," kata pria berusia 67 tahun itu, Ahad lalu, 31 Maret 2013, kepada Tempo, sembari menyeruput kopi.

    Mashudi sedang libur. Dirinya belum mendapat panggilan dari Rumah Sakit Bhayangkara TK.I.R. Said Sukanto sejak pagi. Ia adalah penjaga kamar mayat. Pekerjaan itu sudah menjadi bagian hidupnya selama 30 tahun. Meski pensiun sebagai pegawai rumah sakit pada 2002, ia tetap diperbantukan hingga sekarang karena pengalamannya.

    Sebelum menjadi penjaga kamar mayat, pria kelahiran Yogyakarta ini merupakan pegawai serabutan sejak 1968. Mulai dari tukang sapu sampai tukang parkir rumah sakit ia jabani. Beberapa tahun kemudian, barulah ia dekat dengan bau formalin dan kapur barus.

    Selama menjadi penjaga kamar mayat, segudang pengalaman dirasakannya. Yang paling berkesan, ia mengatakan, ketika dirinya memandikan jenazah dua teroris ternama: Dr Azhari dan Nurdin M. Top, beberapa tahun lalu. Awalnya, ia tidak percaya akan memandikan jenazah mereka, yang selama ini cuma ia bisa lihat di layar kaca. "Jenazahnya sudah membusuk karena sudah berbulan-bulan," ujarnya dengan mimik datar.

    Waktu memandikan, tanpa sengaja, pergelangan tangannya terciprat air jenazah Nurdin M. Top. Alhasil, ia mengalami gatal-gatal seminggu, meski sudah memakai sarung tangan. Tapi ia tidak berpikir itu sebuah pertanda jelek atau baik. "Di RS Polri itu penjaganya tidak pernah pakai masker, saya napas lewat mulut biar tidak mual," katanya.

    Baginya, memandikan tubuh hancur tak berbentuk sudah bukan hal aneh. Yang paling diingatnya ketika memandikan jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, tahun lalu. Saat itu dirinya terkejut. Bukan karena aromanya yang menyengat hidung. Melainkan keder menyusun bagian tubuh korban yang terpisah. Seperti main puzzle, ia pun menyusun kaki, tangan, dan leher agar sesuai letaknya sebelum dimandikan.

    Mayat yang datang di RS Polri, kata dia, tidak pernah mengenal waktu. Meski sudah lelap tertidur di tengah malam, kadang ada saja petugas datang membawa mayat anonim. Kebanyakan yang matinya karena kecelakaan, seperti dilindas truk atau kereta api.

    Sore itu, Tempo diajaknya mengunjungi kamar jenazah tempatnya bekerja. Uniknya, Mashudi memiliki "jalan tikus" sendiri menuju kamar mayat. Setiap berangkat kerja, ia selalu melompati pagar tembok samping rumah sakit yang terletak tidak jauh dari rumahnya. Cukup tinggi, sekitar 2 meter. Meski sudah tua, dia masih kuat melompat. Tidak sampai 5 menit, kami telah tiba di belakang kamar jenazah. "Sudah puluhan tahun saya bekerja dengan melompati pagar itu," kata Mashudi, yang memakai kaus dan peci putih, tertawa.

    Di dalam kamar mayat itu, ada kereta dorong mayat dan peti mati yang tersusun rapi di pojokan. Kamar jenazah itu dibagi dua. Satu untuk tempat memandikan, dan satu lagi untuk bagian forensik. Pada bagian forensik, ada tempat penyimpanan mayat dan ruangan terbuka berukuran 4 x 4 meter. Menurut dia, ruangan itu juga bisa dijadikan tempat pemandian. "Tidak seram kan?" tanyanya seraya tersenyum.

    SUMBER KLIK DI SINI

  2. #2
    Profesi yang sangat menarik. Tapi tidak banyak peminatnya...

  3. #3

  4. #4
    ikh,,gak kebayang selalu berhdapan dengan mayat2,,mungkin setiap hari dirinya akan selalu ingat kematian,,,,
    saluutt...

  5. #5
    ya ampun kena cipratan airnya aja bisa gatel2 seminggu hhmmmm parah juga tuh yah mayatnya

  6. #6

  7. #7
    Newbie muhammad arkan is an unknown quantity at this point muhammad arkan's Avatar
    Join Date
    Nov 2013
    Location
    kedoya selatan ,jakbar
    Posts
    59
    salut sama bapak itu

+ Reply to Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
© 2007 - 2011 okezone.com, All Rights Reserved