Image

okezone.com

Back to Okezone
  • Ngobrol
  • Lounge
  • Di Jepang, Punya Mobil adalah Ciri Khas Orang Kampung
4 March 2016 13:41 WIB #1
270159 22 Bookmark
Join Date: 8 June 2015
Post: 432

Di Jepang, Punya Mobil adalah Ciri Khas Orang Kampung

"Jika ada orang Jepang mengatakan bahwa dirinya memiliki dua mobil, sudah bisa dipastikan dia adalah petani."

Hanya orang-orang kota yang iseng dan tidak keberatan dengan sewa parkir selangit, yang memiliki kendaraan roda empat.

Itu pun jarang digunakan. Dia juga harus rela melihat mobilnya berdebu, karena berbulan-bulan tidak dipakai dan nyaris tidak ada tempat pencucian.

Kalaupun dipakai sesekali hanya untuk keluar kota. Sekali lagi ini menegaskan, bahwa hanya orang-orang yang hidup di kampung yang perlu mobil.

Jika berbicara masalah tinggal di kota atau kampung dalam konteks Jepang, sama sekali tidak ada kaitannya dengan kualitas hidup, pendidikan atau kemakmuran.

Jalan kaki dan sepeda adalah kendaraan orang kota. Sepeda-sepeda di parkir di lahan yang dibawahnya adalah stasiun. Semua hunian di Jepang mempunyai standar yang sama, yaitu anti gempa dan dapat menjangkau stasiun terdekat dengan jalan kaki atau sepeda.



Jumlah penduduk Tokyo Raya (Greater Tokyo) termasuk kawasan penyangganya seperti Chiba dan Saitama, sekitar 30 juta orang atau tergolong paling padat di dunia. Namun penduduk Tokyo tidak pernah merasakan sesak dan bising seperti halnya di Jakarta.

Kenapa? Karena mereka tinggal tersebar, dan melakukan perjalanan pergi dan pulang dari tempat bekerja dengan kereta api. Jaringan kereta api di Tokyo adalah yang paling intensif di seluruh dunia. Kereta api menjangkau setiap sudut kota.

Jadwal keberangkatan dan kedatangan nyaris tidak pernah meleset, bahkan dalam hitungan detik sekali pun. Pengguna kereta api tidak mengobrol, mereka membaca buku. Berbicara menggunakan telepon seluler di hadapan orang lain, adalah perbuatan yang tergolong sangat tidak sopan.

Para pekerja tidak mempunyai masalah jarak antara tempat tinggal dan kantor. Mereka bisa memilih untuk tinggal dimana saja, karena biaya transportasi diganti kantor.

Pemerintah menjalankan strategi sedemikian rupa sehingga semua diarahkan menggunakan kereta api dan bukan bus kota apalagi kendaraan pribadi.

Perlu dicatat bahwa strategi itu didesain secara detail oleh universitas setempat dan pemerintah hanya tinggal mengimplementasikan. Sebuah cara yang sederhana namun perlu manusia berkualitas untuk mewujudkannya.

Orang-orang yang tinggal di kampung terutama petani, tentu saja perlu kendaraan roda empat, karena mereka petani maka perlu membawa logistik untuk keperluan bertanam. Mereka menggunakan kendaraan bak terbuka. Untuk kepentingan pribadi yang bersifat sosial, biasanya mereka menggunakan mobil yang lebih bersih.

Mereka yang tidak mengalami invasi Jepang menjelang Perang Dunia Kedua, mau tidak mau harus mengakui kehebatan kolonialisme era modern ini. Jepang berhasil menginvasi Indonesia, dengan menciptakan kondisi yang bertolak belakang dengan negaranya.

Industri otomotif Jepang secara brilian melancarkan strategi tepat terhadap pangsa pasar yang luar biasa besar, namun memiliki keterbatasan intelektual.

Jadi kita bisa membayangkan wajah keheranan seorang petani lobak di Gifu, bila tahu kalau kendaraan SUV-nya itu jika di Indonesia diposisikan sebagai simbol status eksekutif sukses yang penuh gaya.

sumber:
http://idnplus.blogspot.co.id/2016/03/anomali-jepang-memiliki-mobil-adalah.html

Ngena banget statement: Perlu dicatat bahwa strategi itu didesain secara detail oleh universitas setempat dan pemerintah hanya tinggal mengimplementasikan. Sebuah cara yang sederhana namun perlu manusia berkualitas untuk mewujudkannya.


Kelihatannya sederhana ya, tapi susaaaaah banget untuk diterapkan di sini smile
Share :
5 March 201617:26 WIB #13
Join Date: 5 March 2016
Post: 1

Bener author simple tapi susah buat diterapin di Indonesia. Jalan di Indonesia ga ramah buat pejalan kaki maupun sepeda, bukan masalah infrastrukturnya aja, tapi perilaku and ideologi orang2 yg bersangkutan juga harus berubah... Percuma jalan udah bagus tp pengendaranya masih ga disiplin, atau pejalan kakinya sendiri juga rese. Btw *off the topic despite nyebelinnya org2 indo bagi gua paling nyaman, di Jepang ga bisa ngomong or ketawa besar2 almost everywhere, tenang banget, enak emang kadang2 kalo mau santai n tenang, tapi sering bikin depresi juga bagi gua. Of course disiplinnya Jepang amazing banget, on time etc. Tapi!! Indonesia paling kerasa kaya 'rumah' buat gua and many others.


 Masih ga ketemu solusi buat masalah ini
5 March 201617:47 WIB #14
Join Date: 5 March 2016
Post: 1

Manusia berkualitas booo,lah di indonesia kebanyakan manusianya bermental ego! Piye dong

6 March 201608:37 WIB #15
Join Date: 6 March 2016
Post: 1

Trus apakabar film Fast & Furious yg sampe berapa x ceritanya di jepang (spc : Tokyo Drift). Orang Kampung ????????

31 May 201616:37 WIB #18
Join Date: 31 May 2016
Post: 7

Tangkuban Parahu terkenal dengan legenda rakyat masyarakat Jawa Barat yaitu Sangkuriang. Gunung ini berbentuk seperti wisata bandung perahu terbalik, dimana menurut legenda hal itu disebabkan karena Sangkuriang gagal memenuhi janji paket wisata dieng membuat perahu dan danaunya dalam satu malam sebagai syarat untuk menikahi Dayang Sumbi yang sejatinya adalah ibunya sendiri.wisata lombok Sangkuriang yang gagal karena kehabisan waktu kemudian menendang perahu tersebut hingga wisata bali melayang jauh dan terbalik. Perahu terbalik tersebut tertelungkup, yang dalam bahasa Sunda tiket universal studio singapore disebut tangkub, sehingga sampai saat ini disebut Tangkuban Parahu.rental mobil bali

11 July 201607:07 WIB #19
Join Date: 28 January 2015
Post: 1

Siapa bilang kampungan dijepang mungkin parkir dan minyak mahal, jadi kurang hanya orang tertentu bermobil berpergian menggunakan kendaraan.Bukan Masalah ga mau pakai mobil.Mungkin juga syarat serta pajak mememiliki kendaraan besar dan di[ersulit

16 July 201615:27 WIB #20
Join Date: 16 July 2016
Post: 1
Burhan said: Dijepang enak aja orang berjalan kaki,, karna udara disana dingin.. jadi badan emang perlu harus banyak bergerak.. agar rasa dingin tidak terlalu terasa sangat dingin..
coba aja orang jepang disuru jalan kaki di jakarta,, pasti langsung pengen cepat ninggalin jakarta..
Hmm.. Ga semua org jepang begitu juga kali... Ane punya bokap yg tinggal disana, setiap 6 bulan sekali dia balik ke jkt, tp gak pernah ngeluhin yg namanya panas atw apa, dia lebih milih jalan kaki walaupun tmpt penginapannya lumayan jauh ..