Image

okezone.com

Back to Okezone
  • Ngobrol
  • Berita
  • 4 Faktor Mengapa Nilai Tukar Rupiah Berubah-Rubah!
5 April 2017 11:53 WIB #1
64 0 Bookmark
Join Date: 27 March 2017
Post: 6

4 Faktor Mengapa Nilai Tukar Rupiah Berubah-Rubah!

Jika diamati nilai tukar Rupiah memang terus merosot namun di beberapa kesempatan sempat menguat dibanding mata uang asing. Kondisi ini bagi seorang pebisnis tentu akan sangat diamati untuk menerka kondisi pasar atau bisnis seperti apa. Pasalnya ketika nilai tukar uang di dalam negeri menurun atau bahkan menguat maka akan memberikan perubahan pada beberapa bidang. Kondisi ini sudah lumrah terjadi, dan tentu saja tidak naik ataupun turun tanpa sebab.

Tercatat ada beberapa faktor yang membuat nilai tukar mata uang negara kita mengalami penurunan maupun kenaikan. Memahami faktor ini akan sangat membantu memberikan sikap dengan bijak sehingga tidak perlu menghujat saat Rupiah melemah. Sebab tidak ada gunanya, yang justru akan membuat kondisi memanas dan menyebarkan informasi hoax. Ketahui dengan baik alasan dibalik menurunnya nilai tukar mata uang Indonesia, supaya tidak salah mengambil tindakan.

Alasan Nilai Tukar Mata yang Berubah-ubah

Ada banyak orang sangat memperhatikan nilai tukar mata yang negara kita dengan mata uang negara lainnya. Tujuan dari pemberian perhatian lebih ini bermacam-macam, dan mayoritas merupakan seorang pebisnis forex. Sah saja dilakukan, sebab bisa mencermati kondisi perekonomian Indonesia seperti apa sehingga menyebabkan nilai tukar mata uangnya naik ataupun turun. Tatkala turun maka akan menguntungkan beberapa orang yang menyimpan tabungan dalam pecahan Dollar, Yen, Euro, dan lain sebagainya.

Supaya tidak salah dalam menentukan langkah dan tetap positif dalam berpikir, kenali dulu ragam alasan mengapa nilai tukar Rupiah bisa berubah. Ketika Anda mencari tahu maka akan menjumpai beberapa alasan berikut:

1. Terjadi inflasi di Indonesia dan negara lainnya,

Inflasi akan terus mengalami perubahan dari tahun ke tahun dan nantinya mempengaruhi nilai tukar mata uang. Ketika inflasi tinggi akan membuat nilai tukar mata uang menurun sehingga menguntungkan negara lain yang mengadakan hubungan perdagangan. Ada beberapa negara yang dikenal inflasi nya sangat rendah seperti Jerman, Swiss, dan juga Jepang.

2. Terdapat perbedaan tingkat suku bunga bank,

Inflasi memang akan erat kaitannya dengan suku bunga, tatkala inflasi berubah maka nilai suku bunga yang ditetapkan bank sentral pun akan berubah. Suku bunga yang dinaikkan sudah tentu menarik banyak investor asing menanamkan modal di negara tersebut. Supaya bisa mendapatkan keuntungan tinggi dari modal yang sudah ditanamkan. Akan tetapi suku bunga tinggi ini akan membuat nilai tukar mata uang menurun.

3. Neraca perdagangan milik negara,

Neraca perdagangan ini akan menunjukan hubungan kerjasama antara dua negara atau lebih, dan transaksi yang terjadi di dalam kerjasama tersebut. Ketika suatu negara membayar terlalu banyak dan memperoleh keuntungan dagang yang terbatas. Otomatis kebutuhan mata uang asing akan meningkat yang berakibat pada menurunnya nilai tukar mata uang negara sendiri. Memang sulit untuk memastikan memperoleh keuntungan dagang yang dijalin dengan beberapa negara lain, sehingga ada kalanya rugi dan ada kalanya untung.

4. Hutang yang dimiliki oleh negara,

      Hutang negara disebut juga sebagai hutang pemerintah dan merupakan hutang publik, pengambilannya sendiri bisa untuk beragam kegiatan. Termasuk untuk pembangunan di negara tersebut sehingga ada kemungkinan kesulitan membayar hutang tersebut. Otomatis nantinya akan menaikkan inflasi yang kemudian mempengaruhi nilai tukar mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing. Hutang yang dimiliki negara memang membuat nilai tukar Rupiah berubah, namun bebas dari hutang bukanlah keputusan tepat. 

Share :