Image

okezone.com

Back to Okezone
  • Ngobrol
  • Berita
  • PT. Nabire Baru Mengadakan Sosialisasi HIV AIDS di Papua
13 April 2017 14:39 WIB #1
423 2 Bookmark
Join Date: 31 October 2015
Post: 55

PT. Nabire Baru Mengadakan Sosialisasi HIV AIDS di Papua

Perwakilan Karyawan PT. Nabire Baru di Papua Mengikuti Sosialisasi HIV AIDS


Beberapa perwaklilan karyawan PT. Nabire Baru dan masyarakat Kampung Wami Jaya Mengikuti Sosialisasi HIV AIDS dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), serta Pembentukan Warga Peduli AIDS (WPA), yang di gelar di ruang pertemuan PT. Nabire Baru beberapa pekan lalu.

Kegiatan sosialisasi yang dilakukan rutin setiap tahunnya ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan dan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dibidang Corporate Social Responsibility (CSR) yang mereka kelolah dengan baik. Turut sebagai pembicara, Komisi Peduli AIDS (KPA) Kabupaten Nabire dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Nabire Papua.
Adapun agenda dari kegiatan tersebut adalah Penyuluhan HIV AIDS  oleh Komisi Peduli  AIDS  (KPA) Kabupaten Nabire, Penyuluhan Kekerasan Dalam Rumah Tangga oleh Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, serta Pembentukan Warga Peduli AIDS (WPA).

Komisi Peduli AIDS (KPA) dalam sambutannya mengatakan bahwa HIV AIDS merupakan gejala atau infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh pada manusia yang penularannya umumnya terjadi melalui 2 penyebaran, yaitu melalui hubungan seks yang tidak aman dan melalui penggunaan jarum suntik yang bergantian.

Di Indonesia sendiri virus HIV AIDS ditemukan pertama kali pada tahun 1987 di Pulau Bali dan kini telah tersebar ke beberapa wilayah kabupaten/kota di seluruh provinsi Indonesia. Tidak terkecuali di Provinsi Papua ini. Apa lagi data menyebutkan bahwa provinsi Papua merupakan salah satu daerah tertinggi pengidap penyakit HIV AIDS di Indonesia.
Untuk itu perlunya sosialisasi dan pemahaman tentang penyakit ini agar meminimalisir penyebarannya agar tidak terjangkit pada masyarakat lainnya. Menurut United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS), di Indonesia ada sekitar 690 ribu orang pengidap HIV AIDS dan jumlah tersebut setengahnya berusia antara 15 hingga 49 tahun.

Lanjutnya, adapun langkah pencegahan yang harus dilakukan adalah dengan tidak melakukan hubungan seks secara bebas, dan tidak pernah berbagi jarum suntik dan peralatan menyuntik apapun kepada pasien atau orang lain. Karena penularan penyakit HIV AIDS ini melalui cairan tubuh dari orang yang terinfeksi seperti melalui darah, cairan sperma, cairan anus dan lainnya tetapi tidak bisa menyebar melalui keringat atau urine.

Setelah melakukan soialisasi mengenai penyakit HIV AIDS, dilanjutkan dengan Sosialisasi Penyuluhan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Adapun materi ini disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Nabire Papua. Salah satu perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan menyampaikan bahwa perlunya penyuluhan mengenai prilaku kekerasan pada rumah tangga (KDRT) untuk dapat meminimalisir dan mencegah terjadinya prilaku kekerasan tersebut.

Ia menambahkan bahwa yang menjadi korban dalam KDRT umumnya kebanyakan adalah perempuan. Indonesia sendiri telah banyak mengalami kasus KDRT dan telah menjadi pelanggaran  hak asasi manusia. Belum lagi kekerasan rumah tangga yang tidak dilaporkan oleh korban ke pihak yang berwajib atau pihak Komnas HAM Anti Kekerasan Pada Perempuan.
Catatan tahunan (CATAHU) Komnas Perempuan menyebutkan angka kekerasan pada perempuan tiap tahunnya terus meningkat. Peningkatan yang sangat tinggi terjadi antara tahun 2011 sampai 2012. Untuk tahun 2017 ini saja, Komnas Perempuan telah mengirimkan 674 formulir data kekerasan dari seluruh Indonesia. Dan berdasarkan data tersebut, jenis kekerasan perempuan yang paling menonjol adalah KDRT.

Untuk itu Dinas Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Nabire melalui sosialisasi ini mengharapkan adanya upaya pencegahan yang dilakukan oleh setiap orang khususnya bagi kaum ibu rumah tangga untuk melakukan kiat-kiat pencegahan seperti keluarga wajib mengamalkan ajaran agamanya dengan baik, harus mengembangkan komunikasi timbal balik diantara suami istri maupun anak-anaknya, peran istri dalam mendidik anaknya haruslah dengan sabar dan tekun serta adanya dialog yang baik dalam penyelesaian suatu masalah dalam rumah tangga.

Jika langkah diatas tersebut diterapkan dengan baik, kemungkinan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga  akan bisa diminimalisir bahkan tidak terjadi sama sekali. Rasa memupuk kasih sayang antara keluarga juga perlu ditingkatkan seperti sering bercengkrama bersama, berkumpul atau berlibur bersama keluarga disela-sela waktu atau rutinitas pekerjaan mereka setiap harinya, ungkap perwakilan  Dinas Pemberdayaan Perempuan yang mengakhiri sosialisasinya.

Tidak mau ketinggalan, salah satu karyawan PT. Nabire Baru  yang mengikuti sosialisasi ini juga menyebutkan bahwa adanya rangkaian kegiatan sosialisasi ini turut menambah pengetahuan mereka dan menjadi suatu materi pengetahuan yang sangat bermanfaat sekali bagi mereka yang hadir. Ia juga meminta agar kedepannya kegiatan sosialisasi serupa ini juga harus terus dilakukan setiap tahunnya.


Share :
13 April 201715:45 WIB #2
Join Date: 12 April 2017
Post: 18

wah keren infonya, apalagi penyakit HIV AIDS merupakan penyakit yang belum ditemukan obatnya. Jadi perlu dilakukan kegiatan sosialisasi seperti ini dari semua kalangan, baik pemerintah, pihak swasta maupun masyarakat setempat. Sehingga tidak ada lagi korban HIV AIDS dari penularan penyakit ini.


Salut deh buat PT. Nabire Baru dan Dinas terkait yang mengadakan sosialisasi HIV AIDS ini, semoga daerah2 lainnya juga mendapat perhatian yang sama.