Image

okezone.com

Back to Okezone
  • Ngobrol
  • Berita
  • Menangkal Radikalisme Melalui Penguatan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan
15 April 2017 01:29 WIB #1
140 0 Bookmark
Join Date: 24 July 2016
Post: 124

Menangkal Radikalisme Melalui Penguatan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan

Oleh : Herdiansyah Rahman *)

 

Ancaman terbesar yang ada di Indonesia berasal dari dalam negeri khususnya terkait tindakan terorisme dan radikalisme. Radikal merupakan suatu faham yang menginginkan perubahan secara cepat yang dilakukan dengan cara kekerasan, sedangkan terorisme merupakan suatu kegiatan atau serangan yang bertujuan untuk memberikan ketakutan kepada masyarakat. Adapun tindakan terorisme dapat dilakukan dengan cara antara lain pengeboman, pembunuhan secara sadis, penculikan, penyanderaan, hingga pembajakan.

Menurut salah seorang pelaku teror yang sudah insyaf menyadari kesalahannya dan sedang menjalani program deradikalisasi menyebut bahwa radikalisme memiliki dua sisi yang berlawanan yakni sisi konstruktif dan sisi destruktif. Sisi konstruktif perlu dipertahankan dan diberdayakan, sedangkan sisi destruktif harus ditransformasikan kepada sisi konstruktif. Faham radikal bersifat mengakar dan permanen didalam diri penganutnya, dan radikalisme tidak mesti melahirkan terorisme.

Radikalisme destruktif atau merusak bermakna suatu faham yang mengakar pada penganutnya dengan ciri atau berbentuk radikalisme  keagamaan munculnya beberapa aliran sesat dan ISIS. Radikalisme destruktif bercirikan  etnis/kesukuan seperti munculnya GAM di Aceh, RMS di Maluku, GAP/OPM di Papua. Radikalisme kriminal murni kejahatan asusila, Narkoba, kejahatan kekerasan dll juga bersifat merusak, dan radikalisme bercirikan liberal dengan membolehkan segalanya. Radikal juga dapat ditandai oleh beberapa hal, salah satunya yang yaitu sikap intoleran.

 

Salah satu organisasi yang berkembang saat ini dan berpotensi menjadi gerakan radikal adalah HTI yang dapat menginspirasi munculnya kondisi rawan terjadi pergesekan antar umat Islam. Faham ISIS dapat memecah belah NKRI karena bertentangan dengan ideologi Pancasila.

Radikalisme perlu diwaspadai karena dapat memecah belah NKRI dan HTI merupakan salah satu bagian dari radikalisme yang bertujuan untuk menegakkan khilafah, dan perlu diingat oleh bangsa Indonesia bahwa HTI bukanlah organisasi Islam yang lahir dari daerah atau provinsi tertentu di Indonesia, sehingga HTI adalah aliran transnasional yang masuk ke Indonesia namun berasal dari Mesir dan di negara yang sekarang diperintah Jenderal Abdel Fatah Al Sisi tersebut juga dilarang perkembangannya sebab ideologinya juga membahayakan keamanan Mesir. Adalah wajar jika kemudian gerakan HTI di Indonesia selalu bertabrakan dengan Pancasila, sehingga suara-suara masyarakat agar pemerintah segera melarang dan membubarkan HTI menyeruak kemana-mana dan perlu segera direspons secepatnya. 

Ancaman terorisme dan paham radikal tampaknya belum akan berhenti dalam waktu dekat ini, sebab fenomena penjaringan kelompok ISIS lebih dominan menyasar pada kelompok-kelompok usia muda, oleh karenanya sosialisasi dan pencerahan tentang bahaya penyebaran faham radikal yang tentunya tujuannya menjadi pengikut kelompok teroris seperti ISIS dll.

Global jihad di Suriah dijadikan sebagai proses rekrutmen  dan pelatihan - pelatihan untuk mendukung pergerakan pelaku teror dan radikal serta berperang melalui pemikiran idiologi atas nama jihad membela agama. Kaderisasi tidak akan pernah habis dan akan terus dilakukan oleh jaringan teroris (ISIS) untuk mewujudkan tujuannya, oleh karena itu pemahaman dan pencerahan ajaran agama yang benar dan damai kepada generasi muda, guna menagkal dan membentengi dirinya dari penyebaran faham radikal yang semakin gencar, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Pola lama rekrutmen teroris di Indonesia pola rekrutmennya tertutup, dilakukan secara tertutup melalui pembaiatan dan menggunakan sarana pertemanan, hubungan keluarga dan pertemuan terbatas.

Pola baru rekrutmen teroris di Indonesia pola rekrutmennya terbuka, dilakukan secara tidak langsung atau mengubah pikiran masyarakat menjadi radikal serta propaganda berita hoax di media daring sebagai sarananya. Banyak pelaku terorisme tunggal mandiri yang bergerak secara independen tanpa terikat dengan kelompok tertentu (the lone wolf).

Graham Jones (Psikolog Internet) mengatakan, agresivitas dan kekasaran di  dunia maya antara lain karena anomalitas yang bersuara keras tanpa ada risiko langsung. Jhon Suller Martin, 2013 : enam hal yang mengubah perilaku pengguna internet yaitu disassosiative anonymity (anda tidak tahu saya); invisibility ( anda tidak bisa melihat); asynchronicity (urusan nanti saja); solipsistic introjection (semua ada di kepala, tidak ada orang lain); dissosiative imagination (bukan dunia nyata, hanya permainan) dan minimalizing authority (tidak ada otoritas lebih, semua setara).

Perkembangan terkini adalah Mosul dan Aleppo yang digempur oleh AS serta kroninya demi kepentingannya. Selain itu adanya perintah pimpinan ISIS untuk para Jihadis agar menyerang dan melakukan aksi teror di negaranya masing - masing harus menjadi perhatian dan antisipasi kita semua dan hal tersebut merupkan tanggungjawab kita semua baik Pemerintah, tokoh agama dan masyarakat serta semua elemen masyarakat dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan kondusifitas wilayah.

 

Perkuat Pancasila dan Wawasan Kebangsaan

 

Radikalisme pada dasarnya ingin merubah tatanan bangsa indonesia ini dengan agama islam yang bertentangan dengan Pancasila. Fenomena akhir-akhir ini banyak sekali provokasi yang ditimbulkan untuk menyulut kemarahan orang Islam, padahal kita sadari pada umumnya orang Islam sangat mudah dibakar dengan emosi ketika agamanya diusik. Pada saat ini agama Islam sendiri sudah di pecah-pecah dengan berbagaI aliran dengan tujuan mengadu domba sesama agama Islam.

Untuk mempererat persatuan bangsa ini maka harus dilakukan hal-hal sebagai berikut tidak memandang suku, bangsa, agama, ras ataupun lainnya yang membedakan antara satu orang dengan orang lain; Menjunjung tinggi hak asasi manusia dan menghargai manusia sebagai manusia; Semua persolan yang muncul sebagai akibat interaksi sosial didiskusikan secara baik dan akomodatif terhadap beragam pemikiran; Memberi kesempatan kepada yang lain untuk melakukan sebagaimana yang diyakininya, dengan penuh rasa damai.

Sebagai umat Islam yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan Islam yang Rahmatan lil Alamin dapat menunjukkan dengan sikap kita dan perilaku kita di masyarakat yang menghormati dan memahami segala perbedaan yang ada sehingga persatuan dan ukhuwah Islamiyah dapat diwujudkan demi kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa Indonesia.

Upaya pemerintah memerangi radikalisasi yaitu melakukan penindakan hukum yang tegas dan keras terhadap pelaku; mengevaluasi media-media daring penebar hoax, fitnah dll; mengkampanyekan pemanfaatan media sosial dengan baik kepada masyarakat; memprogramkan gerakan peningkatan literasi dan edukasi dalam dunia maya; membangun jejaring sinergi dengan penggiat dunia maya dalam menebar isu damai di media daring.

*) Penulis adalah pemerhati deradikalisasi dan Medsos di Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia/LSISI, Jakarta.

 

Share :