Image

okezone.com

Back to Okezone
  • Ngobrol
  • Bisnis
  • Pedoman Budidaya Cabai Merah Untuk Mendongrak Hasil Panen Cabe
15 September 2017 09:18 WIB #1
77 1 Bookmark
Join Date: 14 September 2017
Post: 1

Pedoman Budidaya Cabai Merah Untuk Mendongrak Hasil Panen Cabe

Cabe merupakan salah satu sektor pertanian yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Cabe termasuk bagian pokok bumbu dapur yang telah menjadi kebutuhan setiap hari.

Akan tetapi kenyataan di lapangan, ketika budidaya cabe masih terdapat beberapa kesulitan, diantaranya ialah teknik budidaya cabe yang kurang tepat, kurangnya unsur hara yang dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman, dan mengenai adanya hama dan penyakit.

PT Natural Nusantara yaitu perusahaan yang bergerak dalam bidang agrobisnis, dan telah mahir dalam mengatasi masalah - masalah dalam bidang pertanian. Dibantu dukungan SDM yang berkualitas akan menghasilkan cara berbudidaya cabe yang tepat, serta dengan adanya produk berkualitas pupuk organik dan pestisida organik diharapkan mampu memberikan hasil panen yang banyak.

Tahap Budidaya Cabai Merah

Fase Pra Tanam

1. Pengolahan Lahan

  • Tebarkan pupuk kandang yang sudah matang ke lahan pakai anjuran 0,5 hingga 1 ton setiapr 1.000 m2.
  • Lahan selanjutnya diaduk, lalu diamkan selama kurang lebih semiunggu.
  • Aplikasikan dolomit sekitar 0,25 ton setiap 1.000 m2.
  • Lalu buat bedengan dengan ukuran lebar 100 cm dan parit dengan lebar 80 cm
  • Lakukan penyiraman menggunakan SUPERNASA sebanyak 1 botol, atau dengan POC NASA sebanyak 1 - 2 botol. Cara aplikasinya ialah sebagai berikut :

SUPERNASA : Larutkan sebanyak 1 Botol SUPERNASA dengan 3 liter atmosphere untuk dijadikan larutan induk. Kemudian dalam 200 cc larutan induk dicampur dengan 50 liter atmosphere untuk disiramkan pada bedengan. Alternatif lainnya ialah menggunakan 1 peres sendok makan SUPERNASA dicampur dengan atmosphere sebanyak 1 gembor (quantity 10 liter) untuk disiramkan pada bedengan kira-kira 5 -- 10 cm.

POC NASA : Gunakan sebanyak two hingga 4 tutup botol POC NASA dicampur dengan atmosphere sebanyak 1 gembor (quantity 10 liter).

  • Campurkan Natural Glio sebanyak 100 hingga 200 g (1 hingga two sachet|bungkus}) dengan kompos sebanyak 50 hingga 100 kg diamkan kira-kira 1 minggu kemudian siap untuk disebarkan ke bedengan kira-kira 5 hingga 10 cm.
  • Tutup bedengan menggunakan mulsa plastik dan dilubangi dengan jarak tanamnya 60 cm x 70 cm dengan pola zig zag, selanjutnya diamkan kembali kira-kira 1 hingga 2 minggu.

2. Persiapan Benih Cabe

Siapkan benih cabe sebanyak 1 hingga 2,5 sachet benih cabe untuk kebutuhan lahan a 1000 m2. Selanjutnya rendam benih dengan POC NASA pakai dosis 0,5 hingga 1 tutup botol each 1 liter atmosphere hangat kemudian diamkan sekitar satu malam.

Fase Penyemaian Budidaya Cabe (0 hingga 30 Hari)

1. Tempat Tanam Bibit Cabe

Arah persemaian sebaiknya terletak menghadap ke timur dengan dibuat naungan pada atapnya dengan plastik atau rumbia. Media tumbuh bibit dibuat dari campuran tanah dengan pupuk kandang yang sudah disaring dengan perbandingan 3 : 1). Sebelum dicampur sama pupuk kandang sebaiknya dicampur terlebih dulu dengan Natural Glio sebanyak 100 g setiap 25 hingga 50 kg pupuk kandang. Kemudian didiamkan sekitar satu minggu. Campuran itu dimasukkan ke dalam polybag ukuran 4 x 6 cm atau bisa juga dengan contong daun pisang.

2. Penyemaian Bibit Cabe

Letakkan bibit cabe satu per satu pada polybag selanjutnya tutup kembali dengan selapis tanah dan pupuk kandang yang sudah disaring. Semprotkan POC NASA pada tanaman bibit dengan aturan 1 hingga two tutup botol setiap 1 tangki saat umur 10, 17 HSS. Untuk menjaga kelembaban, lakukan penyiraman setiap hari pada pagi dan tender hari.

3. Pengamatan Hama serta Penyakit Tanaman Cabe

  • Kutu Daun (Aphid sp.)

Hama ini sering tinggal di bawah daun serta lipatan pucuk daun. Untuk pengendaliannya, pijit koloni Kutu Daun yang ditemukan. Aplikasikan penyemprotan menggunakan PESTONA atau Natural BVR.

  • Hama Thrips Parvispinus

Gejaladari serangan hama ini adalah daun akan berkerut dan ada bercak klorosis karena cairan daun dihisap oleh hama. Lapisan bawah daun berubah warna menjadi keperakan seperti tembaga. Amati pada pagi dan tender hari, sebab hama akan keluar ketika lingkungan teduh. Apabila terjadi serangan berlebihan, lakukan penyemprotan menggunakan Natural BVR atau PESTONA.

  • Hama Tungau (Polyphogotarsonemus Latus)

Gejala dari serangan hama ini pada bagian bawah tulang daun berwarna kuning kecoklatan, daun menjadi menggulung dan terpuntir. Bagian pucuk daun menebal dan akhirnya berguguran hingga menyisakan batang dan cabangnya saja. Selalu perhatikan pada bagian daun muda, apabila terdapat daun yang menggulung dan menjadi keras ialah ciri dari serangan hama tungau. Untuk mengatasi hama ini sama dengan Aphis dan Thrip.

  • Rebah Semai (dumping off)

Serangan dari penyakit ini menyebabkan tanaman terkulai disebabkan batang yang menjadi busuk. Penyakit ini dikarenakan oleh cendawan Phytium sp. dan Rhizoctonia sp. Untuk cara pengendaliannya yaitu membuang tanaman yang telah terserang termasuk tanahnya. Kelembaban dikurangi dengan mengurangi penyiraman dan naungannya, siramkan Natural Glio sebanyak 1 sendok makan atau kira-kira 10 g setiap 10 liter atmosphere jika serangan sudah sangat tinggi.

  • Embun Bulu

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Peronospora parasitica. Serangan dari penyakit ini ditandai dengan adanya bercak klorosis beserta permukaan yang berbulu pada daun atau kotil. Untuk cara pengendalian penyakit ini sama halnya dengan penyakit rebah semai.

  • Kelompok Virus

Tanda-tanda dari serangan virus ialah terhambatnya pertumbuhan bibit dan daun berwarna pucat (mozaik). Tanda-tanda akibat gangguan ini akan nampak jelas jika tanaman sudah berumur lebih dari two minggu. Cara pengendaliannya yaitu dengan memusnahkan bibit yang terserang dengan dicabut dan selanjutnya dibakar. Penyemprotan terhadap vektor virus menggunakan PESTONA atau Natural BVR.

Fase Penanaman

1. Pemilihan Bibit Cabe

Pilihlah bibit yang sama pertumbuhannya, sehat, kuat dan tumbuh mulus. Bibit yang siap ditanam telah mempunyai daun kurang lebih 5 hingga 6 helai atau berumur kurang lebih 21 hingga 30 hari.

2. Cara Tanam Cabe

Penanaman jangan dilakukan pada waktu matahari terik, lakukan pada waktu pagi atau tender hari. Lepas plastik pada polibag dengan hati -- hati selanjutnya tanam bibit pada lahan yang telah disiapkan. Apabila proses tanam, siram dan bibit menggunakan POC NASA dengan dosis 3 hingga 4 tutup untuk 1 tangki.

3. Pengamatan Hama Cabe

  • Ulat Tanah (Agrotis ipsilon)

Hama ini lebih aktif ketika malam hari dalam beraktifitas seperti makan dan bertelur. Hama akan memakan tanaman muda yakni dengan memotong batang dan tangkai daun. Ulat akan berlindung di dalam tanah saat siang hari pada sekitar tanaman yang terserang. Penanggulangannya dengan mengumpulkan ulat yang ditemukan selanjutnya dimusnahkan dengan dibunuh, jika terjadi serangan berat semprot menggunakan PESTONA atau VIREXI.

  • Ulat Grayak (Spodoptera litura & S. Exigua)

Untuk ulat yang masih bayi memiliki ciri berwarna hijau serta bintik hitam pada kedua sisi dari perut atau badan ulat, sedangkan pada bagian punggung terdapat bercak segitiga seperti bulan sabit. Ciri dari serangan ulat ini, larva akan menyerang permukaan bawah daun serta daging buah yang mengakibatkan lubang--lubang besar atau berbintil--bintil. Serangan hebat akan menyebabkan tanaman cabe gundul hingga tinggal batang dan rantingnya saja. Cara penanggulangannya dengan mengumpulkan telur ulat selanjutnya dimusnahkan, lakukan penyiangan terhadap rumput di sekitar tanaman sebagai tempat sembunyi ulat, semprot menggunakan VITURA atau VIREXI atau PESTONA.

  • Bekicot

Bekicot menyerang dengan memakan tanaman terutama saat malam hari. Penanggulangannya dengan mengumpulkan bekicot yang terlihat pada sekeliling pertanaman selanjutnya dimusnahkan.

Fase Pemeliharaan Tanaman Cabe (7 hingga 70 HST)

1. Tahap proses pengairan dapat dilakukan dengan teknik pengocoran pada tiap tanaman atau dengan teknik penggenangan bila lahan dirasa kering.

2. Pemupukan dengan teknik pengocoran dilakukan tiap 7 hari sekali. Pupuk dari pengocoran yaitu campuran dari beberapa jenis pupuk makro. Berikut aturan dan waktu apliaksinya. (Dalam 50 liter atmosphere dengan dosis 500 cc setiap lubang)

  • 1 hingga 4 minggu : Urea 250 g, SP-36 250 g, KCL 250 g
  • 5 hingga 12 minggu : Urea 500 g, SP-36 500 g, KCL 500 g

3. Waktu penyemprotan menggunakan POC NASA untuk tanaman menggunakan aturan 3 hingga 5 tutup tiap tangki saat umur 10 dan 20 HST. Selanjutnya saat umur 30, 40 dan 50 HST penggunaan POC NASA ditambahkan 1 hingga two tutup botol HORMONIK tiap tangki.

4. Perampelan dengan menyisakan two hingga 3 batang utama, ketika umur 15 hingga 30 hari.

5. Penglihatan terhadap hama dan penyakit tanaman cabe. Hama dan penyakit yang kerap kali menyerang tanaman cabe ialah :

  • Ulat Grayak (Spodoptera litura & S. Exigua)

Cara penanggulangannya dengan mengumpulkan telur ulat selanjutnya dimusnahkan, lakukan penyiangan terhadap rumput di sekitar tanaman sebagai tempat sembunyi ulat, semprot menggunakan VITURA atau VIREXI atau PESTONA.

  • Kutu Daun (Aphid sp.)

Untuk pengendaliannya, pijit koloni Kutu Daun yang ditemukan. Aplikasikan penyemprotan menggunakan PESTONA atau Natural BVR.

  • Penyakit layu

Disebabkan oleh beberapa jenis jamur yang diantaranya, Phytum, Fusarium, dan Rhizoctonia}. Ciri dari serangannya tanaman menjadi layu secara mendadak, mengering dan berguguran. Pengendaliannya yaitu memusnahkan tanaman yang terserang agar meminimalkan penyebaran penyakit, menyebarkan Natural Glio sejak awal.

  • Penyakit Bercak Daun (Cercospora capsici)

Serangan oleh jamur ini terjadi saat musim hujan diawali pada daun tua dari bagian bawah. Tanda-tanda dari serangan akan muncul bercak dengan beberapa ukuran bagian bagian tengah memiliki warna abu--abu atau putih serta berlubang atau sobek. Daun terlihat menguning sebelum waktunya, selanjutnya berguguran tersisa buah dan batrangnya saja dan buah rusak karena terbakar sinar matahari. Selalu lakukan pengamatan pada bagian daun tua.

  • Lalat Buah (Dacus dorsalis)

Tanda-tanda dari serangan hama ini yaitu buah menjadi keropos karena daging buahnya dimakan oleh belatung yang masuk kedalam buah. Kebanyakan buah sering gugur muda dan bentuknya berubah. Lubang yang muncul pada buah membuat bakteri pembusuk lebih mudah masuk membuat buah busuk basah. Lakukan pengamatan pada buah yang busuk selanjutnya kumpulkan dan dimusnahkan. Untuk mengatasi lalat buah menggunakan perangkap Natural Metilat Lem 40 buah tiap hektar.

  • Penyakit Busuk Buah (Antraknosa)

Tanda-tanda awal dari serangan penyakit ini ialah muncul bercak--bercak pada buah yang membusuk selanjutnya melebar dan berubah berwarna oranye, hitam atau abu--abu. Pada bagian tengah bercak terdapat garis--garis berbentuk bulat penuh dan titik spora berwarna hitam. Bila terjadi serangan hebat akan berakibat seluruh bagian buah akan mengering. Pengamatan dilakukan terhadap buah yang berwarna merah dan hijau. Pengendalian dengan mengunpulkan buah yang terserang dan dimusnahkan. Bila terjadi serangan hebat sebarkan Natural Glio di bawah tanaman.

6. Kebutuhan complete pupuk makro tiap lahan 1000 m2 :

  • Umur 1 hingga 4 minggu : Urea 7 kg, SP 36-7 kg, KCL 7 kg
  • Umur 5 hingga 12 minggu : Urea 56 kg, SP-36 28 kg, KCL 28 kg

Tahap Panen dan Sesudah Panen

1. Masa Panen

Cabe akan panen pertama saat umur 60 hingga 75 hari. Selanjutnya untuk panen kedua dan panen berikutnya yakni a two hingga 3 hari dengan jumlah panen dapat mencapai 30 hingga 40 kali bahkan lebih. Tergantung pada ketinggian tempat serta cara budidaya cabenya. Setelah panen ketiga, semprotkan POC NASA dan HORMONIK dan pemupukan kembali menggunakan perbandingan seperti diatas.

2. Cara Panen

Proses pemetikan cabe sebaiknya dilakukan saat pagi hari setelah embun kering. Petik buah cabe dengan usia kematangannya kira-kira 80 percent (tidak terlalu tua). Proses penyortiran cabe bisa dilakukan secara langsung di lahan. Buah yang busuk dikumpulkan dan dimusnahkan sebagai upaya pencegahan terhadap berkembangnya hama dan penyakit. Jika hasil cabai terkumpul simpan panen pada tempat yang teduh.

Demikian berbagai hints mengenai teknik budidaya cabe menggunakan teknologi NASA. Semoga menggunakan teknik diatas dapat memberikan hasil yang maksimal dan didapatkan hasil produksi cabe dengan mutu baik, baik dari segi kualitas, angka panen dan kelestarian lingkungan.

Share :
15 September 201709:58 WIB #2
Join Date: 2 September 2017
Post: 1089
Disini aku mau Sharing aja ya
Banyak temen aku yang tercukupi kebutuhannya tanpa kerja
Caranya bagaimana?? hanya mengeluarkan 10 ribu
untuk bermain di www. pokerayam .com hanya hitungan menit saja
ratusan hingga jutaan pun didapat dikarenakan pokerayam
selalu memberikan promo dan keberuntungan kepada member setianya
banyak promo dan hadiah menarik yang akan update disetiap saat
yuk silahkan bergabung pada pokerayam jangan lewatkan
MODAL 10 ribu MENJADI 1 JUTA
info keberuntungan lebih lanjut bbm : D8C0B757