Image

okezone.com

Back to Okezone
7 December 2017 20:06 WIB #1
81 1 Bookmark
Join Date: 23 October 2017
Post: 128

Golkar Akan Kembali Dekat Dengan Rakyat


Menghadapi gonjang ganjing dinamika kepartaian, Partai Golkar diminta fokus untuk tetap mendorong program yang populis untuk masyarakat. Ini dianggap hal yang urgent guna membawa partai dapat berjaya kembali di Pemilu 2019.

"Di tengah kondisi politik internal, saya mengajak para anggota legislatif Partai Golkar untuk tetap concern terhadap isu-isu pembangunan yang menyentuh kepentingan rakyat," ujar Ketua Umum Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), Ulla Nurachwati dalam sesi Workshop Nasional Legislatif Partai Golkar 2017, di Hotel Merlynn Park, Jakarta.

Peneliti LSI, Adjie Alfarabi menambahkan, jika Partai Golkar konsisten mendorong program-program yang menyasar 'wong cilik' atau pro-rakyat, seperti sembako murah, dan itu dilakukan secara serentak di hampir seluruh daerah, simpati dan dukungan terhadap Golkar akan besar nantinya. Sebab Golkar telah menyentuh apa yang dibutuhkan rakyat, bukan lagi bergelut dengan dinamika politik yang mengawang-awang.

"Melalui program-program populis tersebut, saya kira menjadi cara yang paling efektif untuk mengelola dukungan publik. Jika program merakyat dilakukan secara konsisten, maka bukan tak mungkin Partai Golkar bisa menjadi nomor 1 dengan elektabilitas mencapai 22,6 persen. Di atas PDIP dan Gerindra masing-masing 20,1 persen dan 8 persen," katanya.

Alfarabi menambahkan, salah satu keuntungan Partai Golkar adalah partai yang tidak bergantung pada 'personal order', pada satu tokoh besar, tetapi lebih pada 'impersonal order', lebih tepatnya pada sistem.

"Partai Golkar memiliki azimat yang tidak bertumpu pada tokoh utama partai. Karena sistem inilah yang menjadi kekuatan dan perekat Golkar, bukan tokoh, itulah yang membuat Golkar hingga saat ini mampu bertahan dalam terpaan dinamika politik," ujarnya.

Terkait dengan kasus e-KTP yang menyeret Ketua Umum, Alfarabi mengatakan memang memiliki dampak bagi partai. Namun, angka perubahannya hanya sekitar 1 sampai 3 persen. Dari survei LSI, elektabilitas Partai Golkar turun dari 13,6 persen pada November 2017, menjadi 11,6 persen setelah Setya Novanto ditersangkakan KPK untuk kedua kali.

"Dampaknya tidak terlalu besar buat Golkar karena persepsi public, terkait dengan kasus tersebut bukan pada partai secara institusi tetapi pada personal Ketua Umumnya saja," ujarnya.

LSI merekomendasikan pasca kasus ini perlu untuk melakukan kolaborasi-kolaborasi di tingkat elit. "Kompetisi para elit harus diakhiri dengan kolaborasi dan kerjasama, Golkar sudah teruji soal ini," ujarnya.

Itu merupakan pandangan yang realistis dari orang luar mengamati Partai Golkar. Bagaimana Golkar memang selama ini dianggap terlalu elitis dalam perjuangan dan pergerakannya, sehingga lupa untuk merakyat bahkan membumi bersama rakyat.  

Share :
8 December 201712:14 WIB #2
Join Date: 2 September 2017
Post: 2409
PENGUMUMAN !!!
Untuk Merayakan Natal 2017 dan Menyambut Pergantian Tahun 2018
www(titik)pokerayam(titik)org ingin memberikan info
Deposit 50 ribu FREE 50 ribu loh !!!
Berlaku pada 1 Des 2017 - 1 Januari 2018
Hanya 100 User ID Beruntung jangan ketinggalan
Masih banyak promo lainnya juga loh

info keberuntungan lebih lanjut
BBM : D8C0B757
Line : pokerayam
Whatsapp : +85587646043