Image

okezone.com

Back to Okezone
17 May 2018 16:36 WIB #1
35 2 Bookmark
Join Date: 14 March 2018
Post: 126

Agama Hanya Kedok Teroris

   Lagi, terjadi serangkaian aksi terorisme yang dilakukan suatu golongan dengan mengatasnamakan Agama tertentu. Aksi kali ini terjadi di wilayah Jawa Timur yang dalam kurun waktu 2 hari telah terjadi 3 aksi bom bunuh diri, yaitu: pada hari Minggu, 13 Mei 2018 yang terjadi di tigagereja di Surabaya dalam kurun waktu yang hampir bersamaandi Gereja Kristen Indonesia jalan Diponegoro, Gereja Santa Maria di Ngagel, dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno.Kemudian, pada malam hari nya di Sidoarjo, satu keluarga terduga teroris meledakkan bom di kamar rumahnya blok B lantai 5 Rusunawa Wonocolo. Dan pada pagihari ini, Senin 15 Mei 2018aksi bom bunuh diri terjadi lagi di Markas Kepolisian Resor Kota Besar (Mapolrestabes) Surabaya.

Jika itu yang menjadi harapan mereka, apakah kita dapat menyebut mereka beragama? Mengatasnamakan Agama untuk melakukan hal-hal yang sama sekali tidak diajarkan oleh Agama manapun. Ya! Mereka memang tidak beragama, karena setiap Agama selalu mengajarkan untuk saling berkasih sayang dan saling menjaga satu sama lain, saling menghormati dan menghargai sesama umat beragama. Apa yang dilakukan oleh para pelaku sangat bertolak belakang dengan apa yang agama kita selalu ajarkan. Maka jangan kita memberi ruang untuk mereka yang tidak beragama untuk merasa bangga dengan apa yang mereka lakukan! Janganlah kita memberikan respon-respon yang mereka harapkan muncul dari aksi yang telah dilakukan. Mereka ingin kita merasa takut dan mereka ingin kita terpecah belah.Untuk itu, kita sebagai masyarakat tetaplah bersikap tenang, ciptakan suasana yang harmonis dan saling memperkuat, mari kita ciptakan kedamaian dengan menyampaikan pesan-pesan yang mendamaikan, dan tidak memperkeruh suasana dengan ikut serta dalam menyebarkan isu-isu yang belum dapat diakui kebenarannya. Kita jangan mudah terhasut dengan apa yang telah terjadi saat ini dan tetap mempererat persatuan kita sebagai masyarakat Indonesia yang cinta damai. Mari jadikan aksi yang telah dilakukan oleh para pelaku ini sebagai momentum untuk bersatu dan melawan dengan menunjukkan sikap dan kecaman atas apa yang telah mereka perbuat.

Saat ini, kita cukup menantikan pengungkapan kebenaran informasi dari pihak kepolisian dengan tetap waspada dan menjaga keamanan diri kita serta menjadi lebih peka dengan apa yang terjadi di sekitar kita. Selain itu, kita dapat memberikan informasi kepada pihak berwenang apabila dirasakan ada kondisi maupun tingkah laku yang janggal terjadi di lingkungan kita. Kepolisian beserta pihak berwenang saat ini sedang melakukan penyelidikan dan akan mengupas tuntas kasus terorisme ini hingga ke akarnya. Kita harus optimis dan memberikan kepercayaan penuh kepada pihak kepolisian dan pemerintah untuk mengungkap jaringan teroris yang ada dibalik semua rangkaian aksi teror yang terjadi pekan ini. Kita dapat mengawal dan memberikan dukungan kepada pihak kepolisian dan pemerintah dengan tetap menjaga kestabilan dan kondusifitas lingkungan di masyarakat. Dengan terungkapnya dalang dibalik kejadian aksi bom bunuh diri ini, besar harapan kita bahwa kejadian ini menjadi aksi terakhir yang dilakukan oleh para pelaku teror.

Jika kita mencermati, dengan ditangkapnya sejumlah terduga teroris beberapa waktu ini mengindikasikan adanya kebangkitan sel terorisme yang selama ini terkesan 'tidur'. Pihak aparat keamana saat ini merasa kesulitan melakukan tindakan pencegahan karena terbentur Undang-Undang Terorisme yang berlaku saat ini. UU Terorisme yang saat ini dipakai bersifat responsif. Artinya, pihak aparat keamanan baru bisa menangkap terduga teroris saat dia sudah mulai melancarkan aksinya. Apakah memang harus menunggu para pelaku tindak pidana terorisme tersebut melakukan aksinya baru ditangkap? Bila kita mengacu pada definisi penanggulangan sesungguhnya harus dimulai dari pencegahan dimana saat belum melaksanakan aksinya mereka dapat segera ditangkap dan diberikan perlakuan khusus untuk deradikalisasi.Dari penjelasan tersebut di atas, maka harus segera dilakukan revisi dari UU yang telah ada dan harapannya RUU untuk Terorisme nomor 15 tahun 2003 diharapkan dapat pula mengatur bila seseorang kedapatan memiliki bukti kuat berafiliasi dengan jaringan teroris tertentu, pihak aparat keamanan bisa langsung melakukan penangkapan, bukan saat pelaku sudah melakukan aksinya.Selain itu, dengan adanya revisi maka dapat memperkuat pihak-pihak yang berwenang (Kepolisian, Densus 88, TNI, dan lain sebagainya) untuk dapat melakukan pemberantasan terhadap aksi-aksi teror yang meresahkan masyarakat.        

 

 

Share :
17 May 201817:34 WIB #2
Join Date: 30 April 2017
Post: 4151

Poker Ceria

==========================================

Join Bersama Pokerceria,Dapatkan Kesempatan Mitsubushi Xpander

Ultimate,Tingkatkan Terus Turnover anda.


Promo Poker Ceria :


- Bonus Refferal up 15%

- Bonus Turnover Harian

- Bonus Turnover Bulanan

- Bonus Tambahan Jackpot

Kontak Kami :

BBM : 2C007459

Sms : +85595594744

FB : Pokerceria

Minimal dp/wd : 25.000/50.000


website :


Tingkatkan Terus Turnover anda,dapatkan Hadiah Utama.

Proses dp/wd Cepat & Pelayanan Terbaik.



LINK DAFTAR : 

Jenis Game PokerCeria :

Poker

Ceme

QQ Gaple

Blackjack

CapsaSusun

LINK DAFTAR : 

17 May 201818:10 WIB #3
Join Date: 9 December 2017
Post: 845