Image

okezone.com

Back to Okezone
  • Ngobrol
  • Politik
  • Tak Terima Kiainya Dihina, Wasekjen Partai Gerindra Mundur
13 June 2018 21:55 WIB #1
93 1 Bookmark
Join Date: 17 May 2018
Post: 108

Tak Terima Kiainya Dihina, Wasekjen Partai Gerindra Mundur

Polemik mengenai kuliah KH. Yahya Cholil Staquf di forum American Jewish Committee (AJC) di Israel terus berlanjut. Bahkan hingga menyeret pada dinamika politik dalam negeri.

Kunjungan Katib Aam PBNU tersebut memang memancing reaksi dari bangak kalangan, termasuk Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon. Dengan nada melecehkan, Fadli Zon menyebut tindakan KH. Yahya itu sungguh memalukan dan tidak memiliki sensitivitas pada perjuangan rakyat Palestina.

Mendengar Kiainya dilecehkan seperti itu, seorang kader Gerindra yang sekaligus seorang santri, Mohammad Noeruzzaman, pun langsung bereaksi keras. Dengan kecewa, Wakil Sekjen tersebut mengundurkan diri dari Partai Gerindra karena menganggap Waketum Fadli Zon menghina Yahya Cholil Staquf terkait kunjungan ke Israel.

Melalui sepucuk surat terbuka yang ditujukan kepada Ketum Prabowo Subianto, kader Gerindra yang juga Komandan Densus 99 Banser itu membeberkan alasan lain terkait pengunduran dirinya.


Ketidakcocokan Nuruzzaman dengan Partai Gerindra sebenarnya sudah lama, terutama sejak Pilkada DKI Jakarta. Dia merasa partai pimpinan Prabowo Subiyanto itu kerap memainkan isu agama untuk kepentingan kekuasaan. Itu begitu terasa pada momen Pilkada DKI Jakarta kemarin.

Menurutnya, isu SARA yang sudah melampaui batas dan meletakkan Jakarta sebagai kota paling intoleran adalah karena kontribusi elite Gerindra yang semua haus kekuasaan dunia saja, tanpa mau lagi peduli pada rakyat di mana Prabowo harusnya berpijak.

Peristiwa penghinaan KH. Yahya Cholil Staquf oleh Fadli Zon merupakan puncak kekesalannya. Karena selain bersikap arogan, sejumlah elit Partai Gerindra memang haus kekuasaan dan tidak raggu untuk menggunakan isu primordial demi meraih kekuasaan.

Hal tersebut yang menjadi ciri dari Partai Gerindra belakangan ini. Meski menggunakan nama 'Indonesia Raya' namun kelakuan kadernya tidak mencerminkan itu.

Terlepas dari dua hal di atas, bisa jadi tanggapan Fadli Zon pada Yahya Cholil Staquf itu adalah caranya menyingkirkan kader Gerindra yang masih lurus. Noeruzzaman selama ini memang dikenal sebagai kader yang memiliki hati nurani dan tegas atas sikap intoleran dan sentimen SARA.

Itulah cara berpolitik kotor ala Partai Gerindra. Kini publik tahu bobroknya mereka justru dari sumber internalnya sendiri.
Share :