Image

okezone.com

Back to Okezone
15 June 2018 09:38 WIB #1
1999 3 Bookmark
Join Date: 21 May 2018
Post: 9

Perempuan Dari Kalangan Biasa, Paling Psikopat Di Dunia

Perempuan Dari Kalangan Biasa, Paling Psikopat Di Dunia Sepanjang Sejarah


Majalah Mata Indonesia ~ Karena adanya kekerasan yang dialami semasa kecil dan menimbulkan trauma mendalam sehingga mereka melampiaskannya kepada orang lain dikemudian hari.


Hal ini bisa terjadi pada siapa saja, terlepas dari status, jabatan dan lintas gender. Dengan berbagai macam motif, yang tidak selalu berujung pembunuhan tetapi bisa juga sebatas mencederai secara serius hingga menginspirasi orang lain untuk melakukan tindakan kekerasan di luar kebiasaan.


Mary Ann Cotton (1832-1873)


Perempuan kejam yang satu ini dinobatkan sebagai perempuan pertama di Inggris yang melakukan serial pembunuhan terapik. Ia lahir dengan nama Mary Ann Robson, saat orang tuanya menikah muda.


Hidupnya nomaden, berpindah-pindah di seluruh kawasan Britania Raya. Namun, anehnya di setiap tempat itu, kejadian tragis selalu menimpa orang-orang di sekitarnya. Ia kehilangan satu per satu orang terdekatnya dan berpindah ke daerah lain untuk memulai hidup yang baru.



Seolah nasibnya benar-benar malang, di tempat yang baru kematian tetap mengintai kerabat dan sahabatnya. Mula-mula tiga kali menikah, tiga kali pula ia ditinggal mati suaminya. Kemudian ia berhenti menikah dan menjalin hubungan mesra saja. Akan tetapi, sang kekasih semuanya meninggal jua. Demikian pula dengan teman-teman, ibu kandungnya sendiri dan 13 anaknya.


Terungkap belakangan, semua kisah tragis itu tidak terjadi secara kebetulan. Semua korbannya meninggal dengan gejala yang sama, yakni sakit perut dan masalah pencernaan. Ternyata dia telah meracuni mereka semua dengan racun arsenik demi mendapatkan uang dari asuransi jiwa mereka.


Oleh karena semua korbannya adalah orang terdekat, Cotton termasuk perempuan berdarah dingin. Ia memanfaatkan kedekatan dan memanipulasi perasaan seseorang kemudian meracuni mereka semata untuk menguasai materi mereka.


Akhir kisah, ia dijatuhi hukuman gantung pada usia 40 tahun.


Tracey Avril Wigginton (1965-sekarang)


Tracey adalah seorang lesbian. Masa kecilnya berat, akibat kekerasan dan pelecehan seksual yang ia dapatkan dari kakeknya. Semasa sekolah, ia dikeluarkan setelah dilaporkan menganiaya teman perempuannya.


Julukan yang disematkan pada perempuan kelahiran 1965 ini adalah Lesbian Vampire Killer. Sebutan ini diperoleh karena ia senang menikam korbannya, kemudian menyayat leher mereka dan menghisap darahnya.



Tracey mengaku kecanduan mengonsumsi darah segar usai pertama kalinya ia meminum darah babi dan sapi yang didapat dari tukang daging. Saat pacarnya mencoba bunuh diri dengan menggores lengannya, ia pun tanpa ragu menyedot darah yang menyembur dari pergelangannya.


Kelainan yang diidap Tracey terungkap ke publik setelah pada tahun 1989 ia tertangkap dengan tuduhan pembunuhan sadis atas seorang pria tak dikenal bernama Edward Baldock (47) di Brisbane, Australia.


Ia menusuk korbannya sebanyak 27 kali dengan pisau. Dilansir dari Movie Pilot, Jumat (8/1/2016), serangan itu begitu kejam, saraf tulang belakang Baldock terputus dan sisa tubuhnya dimutilasi.


Di persidangan, secara mengejutkan, Wigginton mengaku tidak merasakan apa-apa saat melakukan tindakan tak bermoral itu dan ia duduk santai sambil mengisap rokok di samping korbannya.


Ia dipenjara selama 22 tahun dan telah dibebaskan sejak 2012. Muncul polemik mengenai pembebasannya, masyarakat khawatir jika dibebaskan ia akan mengulangi ulahnya. Meski kini, Tracey dikabarkan bertahan hidup dengan mengonsumsi sebatas darah binatang.


Getrude Baniszewski (1929-1990)


Berbeda dengan para pembunuh perempuan di atas, Getrude mengaplikasikan kekejamannya dengan memanipulasi, memperlakukan secara hina dan menghukum orang lain untuk kesalahan kecil maupun tanpa alasan. Namun, ia tidak pernah melumuri tangannya dengan darah.


Getrude bekerja sebagai pengasuh anak. Suatu hari, orang tua anak asuhnya, Sylvia dan Jenny Likens, telat membayar gajinya. Dengan ketajaman otaknya, ia menjerumuskan dua putri pasangan suami istri pemain sirkus itu untuk saling melukai. 



Tanpa ampun, ia tega mengunci mereka di basement dan membuat kedua remaja itu berkelahi sampai hampir saling bunuh. Diwartakan Top 10 Zen, gadis-gadis itu tersiram air panas, terbakar, dipermalukan, dan kelaparan.


Pernah suatu kali, Sylvia dipaksa untuk mencabuli dirinya sendiri dengan sebotol minuman bersoda. Ia juga pernah menghukum anak malang itu dengan mentato kalimat ‘saya seorang PSK dan bangga dengan hal ini’.


Pemudi itu menderita cedera paling mengerikan, ia sekarat karena mengalami pembengkakan otak, pendarahan hebat, dan shock berat yang disebabkan oleh semua kerusakan pada kulitnya.


Benar-benar psikopat, Getrude bangga dengan perbuatannya. Ia sendiri memiliki tujuh orang anak. Tiga di antaranya ditangkap dalam kasus pembunuhan, bersama dua orang anak lain yang merupakan tetangga mereka.

Share :